Turi(Sesbania grandiflora (L.) Pers.) adalah merupakan pohon dengan tinggi mencapai 10 meter. dengan percabangan yang jarang, berbunga majemuk, bermanfaat untuk pengobatan sariawan, disentri, diare,
scabies, cacar air, keseleo, terpukul, ; Keputihan, batuk, beri-beri,
sakit kepala, radang tenggorokan; Demam nifas, produksi ASI, hidung
berlendir, batuk, rematik, luka
[...]Continue
Waru(Hibiscus tiliaceus L.)
[...]Continue
Wijaya Kusuma(Epiphyllum anguliger) Adalah tanaman bunga berjenis kaktus, masuk pada divisi anthophita, bangsa opuntiales dan
kelas dicotiledoneae. Terdapat sekitar 1.500 jenis (famili) dari kaktus. Bunga dari tanaman Wijaya Kusuma hanya mekar pada malam hari dan hanya beberapa saat, habis itu akan layu.
Kegunaan
Wijaya kusuma mempunyai daya ampuh untuk meredam
rasa sakit dan menetralisir pembekuan darah. Wijayakusuma juga
memiliki daya yang dapat mempercepat masaknya luka abses.
Contoh Aplikasi Penggunaan
- Obat Luka
Daun Wijaya Kusuma secukupnya ditumbuk halus dan dioleskan pada luka, kemudian dibalut dengan perban - Batuk Berdahak
Rebus Bunga Wijaya Kusuma segar dengan 1 gelas air, campurkan gula aren secukupnya, setelah dingin minum airnya. minum dua kali sehari hingga sembuhRebus bunga wijayakusuma segar (3-5 kuntum), dengan tiga gelas air sampai tarsisa satu gelas. Tambahkan gula aren (15g). Setelah dingin, saring dan minum airnya sehari dua kali, masing-masing setengah gelas. Lakukan setiap hari sampai sembuh. - Pendarahan Rahim
Bersihkan bunga wijakusuma segar (2-3 kuntum) dan daging tanpa lemak (50g), lalu potong - potong seperlunya. Masukkan ke dalam mangkuk, tambahkan air sampai semua bahan terendam, lalu tim. Setelah dingin, minum airnya. Isinya dimakan. Lakukan sehari dua kali, masing-masing separuhnya. - Sesak Nafas
Cuci Bunga wijayakusuma segar (3-5 kunum), lalu potong-potong seperlunya. Masukkan ke dalam mangkuk, tambahkan gula batu dan air sampai permukaannya terendam seluruhnya, lalu tim. Setelah dingin, saring dan minum airnya seharidua kali, masing-masing separuhnya.
Wortel (Daucus Carota L) merupakan Wortel tumbuhan biennial (siklus hidup 12 - 24 bulan) yang
menyimpan karbohidrat dalam jumlah besar untuk tumbuhan tersebut
berbunga pada tahun kedua. Batang bunga tumbuh setinggi sekitar 1 m,
dengan bunga berwarna putih. tumbuh di daerah pegunungan pada ketinggian 1200mdpl yang memiliki suhu udara dingin dan lembab, batang daun basah yang berupa sekumpulan pelepah (tangkai daun) yang
muncul dari pangkal buah bagian atas (umbi akar), mirip daun seledri. Berfungsi sebagai obat tradisional pengobatan kejang jantung, Eksim, Cacing Kremi, Mata Minus.Wortel (Daucus carota) mempunyai nilai kandungan Vitamin A yang tinggi
yaitu sebesar 12000 SI. Sementara komposisi kandungan unsur yang lain
adalah kalori sebesar 42 kalori, protein 1,2 gram, lemak 0,3 gram,
hidrat arang 9,3 gram, kalsium 39 miligram, fosfor 37 miligram, besi 0,8
miligram, vitamin B 1 0,06 miligram, dan vitamin C 6 miligram.
Komposisi di atas diukur per 100 gra.
Kegunaan
Wortel (Daucus carota) mempunyai nilai kandungan Vitamin A yang tinggi yaitu sebesar 12000 SI. Sementara komposisi kandungan unsur yang lain adalah kalori sebesar 42 kalori, protein 1,2 gram, lemak 0,3 gram, hidrat arang 9,3 gram, kalsium 39 miligram, fosfor 37 miligram, besi 0,8 miligram, vitamin B 1 0,06 miligram, dan vitamin C 6 miligram. Komposisi di atas diukur per 100 gram
Contoh Aplikasi Penggunaan
1. Kejang Jantung
Bahan: umbi wortel, 2 sendok madu, dan 1 potong gula aren;
Cara membuat: wortel diparut dan diperas dengan 2 gelas air,
kemudian dioplos dengan bahan lainnya sampai merata;
Cara menggunakan: diminum 1 kali sehari.
2. Eksim
a. Bahan:1 umbi wortel dan 1 sendok teh kapur sirih;
Cara membuat: wortel diparut dan dicarnpur dengan kapur sirih
sampai merata;
Cara menggunakan: ditempelkan pada bagian yang sakit dan
dibalut dengan verban.
b. Bahan: 3 umbi wortel;
Cara membuat: diparut dan disedu dengan 2 gelas air masak;
Cara menggunakan: diminum 2 kali sehari.
3. Cacing Kremi
Bahan: 5-7 umbi wortel, garam dan santan kelapa secukupnya;
Cara membuat: wortel diparut, kemudian ditambah dengan bahan
lainnya;
Cara menggunakan: diperas dan disaring, kemudian diminum
menjelang tidur malam.
4. Mata Minus
Bahan: umbi wortel secukupnya;
Cara membuat: diparut dan diperas untuk diambil airnya;
Cara menggunakan: diminurn setiap pagi hari secara teratur
Kegunaan
Wortel (Daucus carota) mempunyai nilai kandungan Vitamin A yang tinggi yaitu sebesar 12000 SI. Sementara komposisi kandungan unsur yang lain adalah kalori sebesar 42 kalori, protein 1,2 gram, lemak 0,3 gram, hidrat arang 9,3 gram, kalsium 39 miligram, fosfor 37 miligram, besi 0,8 miligram, vitamin B 1 0,06 miligram, dan vitamin C 6 miligram. Komposisi di atas diukur per 100 gram
Contoh Aplikasi Penggunaan
1. Kejang Jantung
Bahan: umbi wortel, 2 sendok madu, dan 1 potong gula aren;
Cara membuat: wortel diparut dan diperas dengan 2 gelas air,
kemudian dioplos dengan bahan lainnya sampai merata;
Cara menggunakan: diminum 1 kali sehari.
2. Eksim
a. Bahan:1 umbi wortel dan 1 sendok teh kapur sirih;
Cara membuat: wortel diparut dan dicarnpur dengan kapur sirih
sampai merata;
Cara menggunakan: ditempelkan pada bagian yang sakit dan
dibalut dengan verban.
b. Bahan: 3 umbi wortel;
Cara membuat: diparut dan disedu dengan 2 gelas air masak;
Cara menggunakan: diminum 2 kali sehari.
3. Cacing Kremi
Bahan: 5-7 umbi wortel, garam dan santan kelapa secukupnya;
Cara membuat: wortel diparut, kemudian ditambah dengan bahan
lainnya;
Cara menggunakan: diperas dan disaring, kemudian diminum
menjelang tidur malam.
4. Mata Minus
Bahan: umbi wortel secukupnya;
Cara membuat: diparut dan diperas untuk diambil airnya;
Cara menggunakan: diminurn setiap pagi hari secara teratur
Adem Ati (Litsea glutinosa (Lour.) C.D. Robins.) Berupa pohon, tinggi dapat mencapai 10 meter. Batang berkayu dan
bercabang-cabang. Daun tunggal, bentuk elips, warna hijau, dan berbulu
halus. Perbungaan bentuk malai, mahkota bunga berwarna putih kekuningan.
Buah bulat, buah muda berwarna hijau, setelah tua berwarna hitam. Akar
tunggang warna cokelat muda.
Bagian yang digunakan Akar, kulit kayu, dan daun
Adas (Foeniculum vulgare Mill.) Merupakan terna berumur panjang, tinggi 50 cm - 2 m, tumbuh merumpun. Satu rumpun
biasanya terdiri dari 3 - 5 batang. warna Batang hijau kebiru- biruan,
beralur, beruas, berlubang, bila memar baunya wangi. Letak daun
berseling, majemuk menyirip ganda dua dengan sirip-sirip yang sempit,
bentuk jarum, ujung dan pangkal runcing, tepi rata, berseludang warna
putih, seludang berselaput dengan bagian atasnya berbentuk topi.
Perbungaan tersusun sebagai bunga payung majemuk dengan 6 - 40 gagang
bunga, panjang ibu gagang bunga 5 - 1 0 cm, panjang gagang bunga 2 - 5
mm, mahkota berwarna kuning, keluar dari ujung batang. Buah lonjong,
berusuk, panjang 6 - 10 mm, lebar 3 - 4 mm, masih muda hijau setelah tua
cokelat agak hijau atau cokelat agak kuning sampai sepenuhnya cokelat.
Namun, warna buahnya ini berbeda-beda tergantung negara asalnya. Buah
masak mempunyai bau khas aromatik, bila dicicipi rasanya relatif seperti
kamfer.
Adas menghasilkan minyak adas, yang merupakan basil sulingan serbuk buah
adas yang masak dan kering. Ada dua macam minyak adas, manis dan pahit.
Keduanya, digunakan dalam industri obat-obatan. Adas juga dipakai untuk
bumbu, atau digunakan sebagai bahan yang memperbaiki rasa (corrigentia
saporis) dan mengharumkan ramuan obat. Biasanya adas digunakan
bersama-sama dengan kulit batang pulosari. Daunnya bisa dimakan sebagai
sayuran.
Perbanyakan dengan biji atau dengan memisahkan anak tanaman.
Adas merupakan satu dari sernbilan tumbuhan obat yang dianggap
berrnukjizat di Anglo-Saxon. Di Indonesia telah dibudidayakan dan kadang
sebagai tanaman bumbu atau tanaman obat. Turnbuhan ini dapat hidup
dari dataran rendah sampai ketinggian 1.800 m di atas permukaan laut,
namun akan tumbuh lebih baik pada dataran tinggi. Asalnya dari Eropa
Selatan dan Asia, dan karena manfaatnya kemudian banyak ditanam di
Indonesia, India, Argentina, Eropa, dan Jepang. KEGUNAAN:
Buah yang masak dan di keringkan bermanfaat untuk mengatasi :
- sakit perut (mulas), perut kembung, rasa penuh di lambung, mual
- muntah, diare
- sakit kuning (jaundice), kurang nafsu makan
- batuk berdahak, sesak napas (asma)
- haid: nyeri haid, haid tidak teratur
- air susu ibu (ASI) sedikit
- putih telur dalam kencing (proteinuria)
- susah tidur (insomnia)
- buah pelir turun (orchidoptosis)
- usus turun ke lipat paha (hernia inguinalis)
- pembengkakan saluran sperma (epididimis)
- penimbunan cairan di dalam kantung buah zakar (hidrokel testis)
- mengurangi rasa sakit akibat batu dan membantu menghancurkannya
- rematik gout, dan keracunan tumbuhan obat atau jamur.
Daun berkhasiat mengatasi :
- batuk,
- perut kembung, koilk,
- rasa haus, dan
- meningkatkan penglihatan.
Contoh Aplikasi Penggunaan
Buah adas sebanyak 3 - 9 g direbus, minum atau buah adas digiling halus, lalu diseduh dengan air mendidih untuk diminum sewaktu hangat. Daun dimakan sebagai sayuran atau direbus, lalu diminum.
Pemakaian luar, buah kering digiling halus lalu digunakan untuk pemakaian lokal pada sariawan, sakit gigi, sakit telinga dan luka.
Minyak adas juga dapat digunakan untuk menggosok tubuh anak yang masuk angin.
1. Batuk
- Siapkan serbuk buah adas sebanyak 5 g disedub dengan 1/2 cangkir air mendidih. Setelah dingin disaring, tambahkan 1 sendok teh madu. Aduk sampai merata, minum sekaligus. Lakukan 2 kali sehari, sampai sembuh.
- Siapkan daun saga 1/4 genggam, bunga kembang sepatu 2kuntum, daun poko 1/5 genggam, bunga tembelekan 10 kuntum,bawang merah 2 butir, adas 1 sendok teh, pulosari 1 jari, rimpang jahe 1 jari, gula merah 3 jari, dicuci dan dipotong-potong seperlunya. Rebus dengan 3 gelas air bersih sampai tersisa setengahnya. Setelah dingin disaring, lalu diminum. Lakukan 3 kali sehari, masing-masing 1/2 gelas.
2. Sesak napas
- Ambil minyak adas sebanyak 10 tetes diseduh dengan 1 sendok makan air panas. Minum selagi hangat. Lakukan 3 kali sehari, sampai sembuh.
- Siapkan adas 1/2 sendok teh, pulosari ¼ jari, rirnpang kencur 2 jari, rirnpang temulawak 1 jari, jintan hitam 114 sendok teh, daun poncosudo (Jasminum pubescens) 1/4 genggam, gula merah 3 jari, dicuci dan dipotong-potong seperlunya. Bahan-bahan tadi lalu direbus dengan 4 1/2 gelas air bersih sampai tersisa kira-kira separonya. Setelah dingin disaring, dan siap untuk diminum. Sehari 3 kali, masing-masing 3/4 gelas.
3. Sariawan
- Siapkan adas 3/4 sendok teh, ketumbar 3/4 sendok teh, daun iler 1/5 genggam, daun saga 1/4 genggam, sisik naga 1/5 genggam, daun sembung 1/4 genggam, pegagan 1/4 genggam, daun kentut 1/6 genggam, pulosari 3/4 jari, rimpang lempuyang wangi 1/2 jari, rimpang kunyit ½ jari, kayu manis¾ jari, gula merah 3 jari, dicuci dan dipotong-potong seperlunya. Bahan-bahan tadi lalu direbus dengan 4 1/2 gelas air bersih sampai tersisa separonya. Setelah dingin disaring, siap untuk diminum. Sehari 3 kali, setiap kali cukup 3/4 gelas.
4. Haid tidak teratur
- Siapkan daun dan bunga srigading masing-masing.1/5 genggam, jinten hitam 3/4 sendok teh, adas 1/2 sendok teh, pulosari 1/2 jari, bunga kesumba keling 2 kuntum, jeruk nipis 2 buah, gula batu sebesar telur ayam, dicuci lalu dipotong-potong seperlunya. Bahan-bahan tadi lalu direbus dengan 3 gelas air bersih sampai tersisa 2 1/4 gelas. Setelah dingin disaring, minurn 3 kali sehari, masing-masing 3/4 gelas. Minum selagi hangat.
5. Batu empedu
Serbuk buah adas sebanyak 5 gram diseduh dengan 1 cangkir air